Macam-macam Kalimah (Isim Fi’il dan Harf)

Macam-macam Kalimah (Isim Fi’il dan Harf)
image source: mawdoo3.com

Dalam bahasa Arab “kata” disebut dengan kalimah. Kalimah dalam bahasa Arab secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga yaitu kalimah isim, kalimah fi’il dan kalimah harf. Jadi kata-kata yang begitu banyak jumlahnya dalam bahasa Arab itu ada yang berupa isim, fi’il dan harf.
Isim adalah kata yang menunjukkan arti dan tidak terikat waktu. Contoh: بَيْتٌ (rumah),  شَجَرَةٌ (pohon), dan lain sebagainya. Untuk mempermudah pemahaman banyak yang menyebut isim sebagai kata benda. Sebenarnya memang benar kata benda adalah isim tetapi isim belum tentu kata benda. Sebagai contoh kata كَبِيْر yang berarti besar juga tergolong isim. Kata “besar” dalam bahasa Indonesia merupakan adjektiva (kata sifat) bukan nomina (kata benda). Meskipun dalam bahasa Arab hanya ada tiga jenis kata (isim, fi’il dan harf), bukan berarti dalam bahasa Arab tidak ada istilah kata sifat, kata ganti, kata bilangan, kata keterangan, dll. Karena tiga jenis kata tersebut (isim, fi’il dan harf) masih dibagi lagi menjadi beberapa macam. Untuk pembagian jenis-jenis isim akan saya bahas di lain waktu.
Fi’il adalah kata yang menunjukkan arti  pekerjaan dan terikat waktu serta berkaitan dengan pelakunya. Sebagai contoh kata جَلَسَ yang berarti duduk ini terikat dengan waktu lampau dan menunjukkan bahwa pelakunya adalah orang ketiga laki-laki sehingga kalau dimaknai secara lengkap maknanya menjadi “dia laki-laki telah duduk”. Fi’il sering disebut dengan “kata kerja”. Fi’il dibagi menjadi : Fi’il madhiy dan fi’il mudhari’. Fi’il madhiy adalah fi’il yang menunjukkan sudah terjadi. Contoh: ذَهَبَ yang artinya sudah pergi. Sedangkan fi’il mudhari’ adalah fi’il yang menunjukkan arti sedang atau akan terjadi. Contoh kata يَذْهَبُ  yang berarti sedang pergi. Fi’il juga dibagi menjadi fi’il amr (kata kerja perintah) contoh: اِذْهَبْ  yang artinya pergilah  dan fi’il nahiy (kata kerja larangan) contoh: لاَتَذْهَبْ yang artinya jangan pergi. Fi’il nahy dan fi’il amr disertai zaman istiqbal (future tense/ waktu yang akan datang). Kali ini cukup itu saja pembahasan mengenai pembagian fi’il.Untuk pembagiannya yang lain bisa di bahas pada kesempatan lain.
Kalimah Harf atau huruf adalah kata yang memiliki makna yang bisa dimengerti jika disandingkan dengan kata lain. Contoh kata من, إلى, على, فى, dan lain-lain. Misalnya kata في  yang berarti di dalam akan  memiliki makna yang bisa dimengerti jika disertai kata lain seperti في البيت  yang artinya di dalam rumah.
Bagaimana, apakah saudara sudah bisa membedakan mana kalimah yang termasuk kalimah isim, mana kalimah yang termasuk kalimah fi’il dan mana kalimah yang termasuk kalimah harf apabila menjumpai kata-kata berbahasa Arab? Apabila ada yang kurang paham silakan bisa bertanya di komentar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isti’arah dan Macam-macamnya

Percakapan Bahasa Arab Tentang Masa Remaja (مَرحَلَة الْمُراهَقَةِ)

Teks Qiraah/Bacaan Bahasa Arab Tentang Kebersihan Lingkungan (نَظافَةُ الْبيئَةِ)