Sinonim

Secara etimologi kata sinonimi berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu onoma yang berarti "nama" dan syn yang berarti dengan "dengan". Maka secara harfiah kata sinonimi berarti "nama" lain untuk benda atau hal yang sama. Secara semantik Verhaar (1978) mendefinisikan sebagai ungkapan (bisa
berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Umpamanya kata buruk dan jelek adalah dua buah kata yang bersinonim; bunga, kembang dan puspa adalah dua buah kata yang bersinonim; mati, wafat, meninggal dan mampus adalah empat buah kata yang bersinonim.

Dalam bahasa Arab, sinonim sering disebut sebagai taraaduf. Contohnya قعد bersinonim dengan جلس; نظر‎ dengan رأى, dan lain sebagainya.‎

Palmer (1986: 89-93) menjelaskan bahwa "...there are no real synonym, that no two words have exactly the same meaning". Perbedaan makna yang ada dalam pasangan kata bersinonim dilihat dari lima hal berikut.
  1. Kata-kata yang bersinonim berasal dari dialek yang berbeda. Contoh: fall - autumn 'gugur' Kata fall digunakan di Amerika, autumn digunakan di beberapa negara-negara britania.
  2. Kata-kata yang bersinonim digunakan dalam style yang berbeda. Contoh: gentleman-man-chap 'lelaki, pass away-die-pop off 'meninggal/mati'.
  3. Kata-kata yang bersinonim menampilkan makna emotif atau afektif yangberbeda. Contoh: politician- statesman 'politisi', hide-conceal 'sembunyi', liberty-freedom 'kebebasan'.
  4. Kata-kata yang bersinonim memiliki keterbatasan kolokasi yang berbeda. Contoh: rancid-addled 'tengik' Kedua kata tersebut untuk menunjuk kondisi bahan makanan yang sudah tidak baik lagi. Kata rancid digunakan untuk daging atau keju, sedangkan kata addled untuk telor.
  5. Kata-kata yang bersinonim memiliki kelonggaran ketumpangtindihan makna yang berbeda. Contoh: Kata mature "dewasa" disinonimkan dengan kata-kata: adult 'dewasa', ripe 'matang', perfect 'sempurna'.

Tidak berbeda dengan linguistik modern, dalam linguistik Arab juga ditemukan pendapat bahwa sinonim yang mutlak (taam) itu tidak ada. Setiap bentuk bahasa mempunyai makna yang konstan dan spesifik, dengan kata lain tidak ada sinonim-sinonim yang sebenarnya.

Sumber:
  1. Muhandis az-Zuhri, Musoffa Basyir, Muhammad Jaeni, Semantik Bahasa Arab dan Al-Quran, Pekalongan:STAIN Pekalongan Press, 2014 hlm:54-58
  2. F.X. Rahono, Studi Makna, Jakarta: Penaku, 2012 hlm:130-132


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isti’arah dan Macam-macamnya

Percakapan Bahasa Arab Tentang Masa Remaja (مَرحَلَة الْمُراهَقَةِ)

Teks Qiraah/Bacaan Bahasa Arab Tentang Kebersihan Lingkungan (نَظافَةُ الْبيئَةِ)