Faktor –faktor Penyebab Perubahan Makna

Faktor –faktor penyebab perubahan makna antara lain:

Faktor Bahasa 
  • Aspek fonetis
Dari aspek fonetis ada perubahan fonem yang mempengaruhi perubahan makna, di antaranya adalah kata الصوم‏‎ yang mempunyai arti puasa tetapi yang terdengar adalah الثوم‎ maka artinya akan berubah menjadi bawang putih. Ada juga perubahan fonem yang tidak mengalami perubahan makna, ini yang di dalam Ulumul Quran dikenal dengan bacaan qiraatus sab'ah (tujuh bacaan), tujuh bacaan yang dimaksud adalah bahasa dari tujuh kabilah Arab pada saat itu atau dengan kata lain bahasa quraisy tetapi merupakan gabungan dari tujuh bahasa kabilah Arab yang terkemuka pada saat itu, dengan dalil bahwa, dengan dalil bahwa Nabi Ismail as mengadopsi bahasa Arab dari Abu Qahtan
melalui perdagangan dan hubungan lainnya antara masyarakat dan penguasa.
  • Aspek Sintaksis (Ilmu Nahwu)
Misalnya kata قبلة‎ (Qiblatun) yang terdapat dalam Qs Al-Baqarah: 143 yang artinya "Qiblat" tetapi jika berubah harakat awalnya dengan dibaca قبلة‎ (Qublatun) maka artinya bukan qiblat lagi tetapi "ciuman" walaupun hurufnya sama.
  • Ilmu Morfologis (Ilmu Sharaf)
Perbedaan makna karena aspek morfologis, misalnya kata ‎قتل‎ dalam Qs. An-Nisa': 92. قتل‎ artinya "membunuh" tetapi jika dibaca قاتل‎ maka artinya menjadi "saling membunuh". 

Faktor non linguis
  • Faktor Sejarah
Perubahan kata karena faktor sejarah berhubungan erat dengan perkembangan kata. Dalam Al-Quran misalnya kata al-kitab yang disebutkan 151 kali bermakna semua kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt dari kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran, contoh Qs Al-Baqarah: 2. Kata Alkitab dalam Qs Al-Baqarah: 2 bermakna kitab Al-Quran tetapi dalam perkembangan arti, "kitab" bermakna buku atau kitab itu sendiri. Di Indonesia Alkitab diistilahkan dengan Injil. Jadi kata alkitab mengalami
perluasan makna bukan hanya kitab-kitab suci tetapi bermakna buku apapun dikatakan sebagai kitab.
  • Faktor Ilmu dan Teknologi
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang begitu cepat dan menyentuh hampir seluruh kehidupan masyarakat. Perkembangan Iptek ini berimplikasi pada perkembangan bahasa, khususnya perkembangan kosa kata yang mengacu pada benda-benda dari produk IPTEK tersebut. Dalam bahasa Indonesia, Chaer memberikan contoh perubahan makna akibat perkembangan IPTEK pada kata berlayar. Kata ini pada awalnya bermakna 'perjalanan laut (di air) dengan menggunakan perahu atau kapal yang digerakkan angin dengan alat bantu layar'. Walaupun sekarang kapal-kapal besar tidak lagi menggunakan layar tetapi sudah menggunakan mesin, bahkan juga menggunakan tenaga nuklir, tetapi kata berlayar masih digunakan. Fenomena perubahan makna akibat perkembangan IPTEK dalam bahasa Arab dapat kita lihat pada kata حاسوب‎, سيارة‎, هاتف‎, dan lain-lain.
  • Faktor Sosial Budaya (Social Culture Causes)
Kosakata bahasa Arab banyak mengalami perubahan sejak munculnya agama Islam. Misalnya kata "Kafir" asal katanya mempunyai makna dalam ranah pertanian الفلح‎ الذى‎ يستر‎ البذور‎ يغطيها yaitu petani yang menutupi biji-bijian dan menimbunnya dengan tanah. Menurut Abu Bakar ArRazi dalam
kitabnya Mukhtar Asshohhah bermakna "menutup biji-bijian dengan tanah". Perubahan makna dalam bahasa Arab karena perubahan sosial-budaya banyak terjadi pada istilah-istilah keagamaan.
  • Faktor Psikologis (Psychological Causes)
Beberapa orang Arab mengungkapkan perasaan dalam berbagai macam bentuk seperti ghazal, haja', madh dan ritsa. Seperti halnya dalam al-Quranul karim perbedaan kata antara غضب‎ dan غيظ‎ yang mempunyai arti kata sama "marah/murka", tetapi dalam penggunaannya kedua kata tersebut maknanya berbeda tergantung pada konteks psikis orang yang menyampaikannya. Ghadab itu perasaan marah dari orang yang strata sosialnya kepada orang yang lebih besar. Adapun غيظ‎ merupakan perasaan marah dari orang yang lebih besar status sosialnya kepada orang yang lebih kecil.
  • Pengaruh Bahasa Asing
Kata أمة‎ dalam al-Quran yang mempunyai arti rakyat, atau masyarakat masih ada hubungan maknanya dengan kata أم‎ merupakan pinjaman dari bahasa Ibrani atau Aram. Kata Shirathal mustaqim dalam Qs Al-Fatihah, kata shirat berasal dari bahasa Latin yaitu 'strata' yang kemudian menjadi asal kata bahasa Inggris street.
  • Faktor Perbedaan Bidang Pemakaian
Suatu bidang kajian, keilmuan, atau kegiatan tertentu memiliki kekhasan dalam penggunaan kosakata. Di bidang Fisika kita mengenal istilah vektor, skalar, hukum Newton, massa, gravitasi, penumbra, dan lain-lain. Kesimpulan yang dapat ditarik dari gejala ini adalah bahwa kata yang sama
memiliki arti atau makna yang berbeda apabila digunakan dalam bidang yang berbeda pula. Dengan ungkapan yang berbeda, Pateda menyatakan bahwa lingkungan masyarakat menyebabkan perubahan makna.

Sumber:
Muhandis az-Zuhri, Musoffa Basyir, Muhammad Jaeni, Semantik Bahasa Arab dan Al-Quran, Pekalongan:STAIN Pekalongan Press, 2014


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isti’arah dan Macam-macamnya

Percakapan Bahasa Arab Tentang Masa Remaja (مَرحَلَة الْمُراهَقَةِ)

Teks Qiraah/Bacaan Bahasa Arab Tentang Kebersihan Lingkungan (نَظافَةُ الْبيئَةِ)