Antonim

Antonimi atau oposisi adalah relasi antar kata yang bertentangan atau berkebalikan. Antonimi digunakan untuk oposisi makna dalam pasangan leksikal bertaraf, seperti panas dengan dingin. Antonimi ini disebut bertaraf karena antara panas dan dingin masih ada hangat dan suam-suam kuku.
Oposisi makna dalam pasangan leksikal tidak bertaraf yang maknanya bertentangan disebut oposisi komplementer, seperti kata jantan dan betina .

Lyons (1989) dan Cruse (1991) secara tegas menyatakan bahwa oposisi bergradasi disebut antonimi, sedangkan oposisi tak bergradasi disebut komplementari.

Untuk lebih jelasnya, Al-Khammas seperti yang dikutip Taufiqurrahman mengklasifikasi antonim menjadi lima macam.

  1. Antonim mutlak (Thadad Had), yaitu di antara medan makna pada dua kata yang berlawanan tidak terdapat tingkatan level.
  2. Antonim bertingkat, yaitu di antara medan makna pada dua kata yang berlawanan tidak terdapat tingkatan. Artinya, makna dari kata-kata yang saling berlawanan masih relatif.
  3. Antonim berlawanan (Tadad 'Aksi), yaitu di antara medan makna pada dua kata yang berlawanan bersifat lazim/lumrah.
  4. Antonim garis samping, yaitu apabila kata-kata yang berlawanan tersebut terdiri dari kosa kata yang bersifat arah (direction).
  5. Antonim garis lurus., misalnya syamal (utara) lawan kata janub.

Sumber:
  1. Muhandis az-Zuhri, Musoffa Basyir, Muhammad Jaeni, Semantik Bahasa Arab dan Al-Quran, Pekalongan:STAIN Pekalongan Press, 2014
  2. F.X. Rahono, Studi Makna, Jakarta: Penaku, 2012


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isti’arah dan Macam-macamnya

Percakapan Bahasa Arab Tentang Masa Remaja (مَرحَلَة الْمُراهَقَةِ)

Teks Qiraah/Bacaan Bahasa Arab Tentang Kebersihan Lingkungan (نَظافَةُ الْبيئَةِ)